Kampanye Khas Indonesia

Kamis, 5 Februari 2009

Dapat foto candid unik dari temen tentang kampanye …
Menurut ane nih baru ga ada yg samain di dunia. Kampanye khas Indonesia. Cuma di Indonesia yang ada spt ini ….


Yg dijual malah garis keturunan … So what kalo keturunan raja? Dah kayak jaman feodal aja … Nyuruh milih kok karena keturunan …


Yg dijual sosok superhero … Emangnya dah pernah buat apaan ngaku super … kepedean kalo kata temen yang ngirimin nih foto … duh mana dapil-nya Jakarta pula … apa iya ada org Jakarta milih krn ngaku2 super?



Yg dijual nama anak, ga terbalik ya harusnya anak numpang nama ortu … ini sebaliknya … lagian kalo anaknya adalah artis top emangnya trus harus milih bapaknya?

Hihihihihi … luar biasa memang pilkada dan pemilu di negaraku tercinta Indonesia … Nyuruh milih bukan karena kapasitas,  kapabilitas, serta kompetensi tapi karena hal lain … at least jualan program  kek dan gentlemen affair janji mundur kalo 2 tahun ga jalan programnya atau apa kek …

Aya² wae … Jadi inget parodi SBY yg katanya capek dan ga mudah ngatur RI. Kalo gitu ya udah ga usah ikutan lagi aja pemilu ntar ini … Siapa bilang gampang dan siapa bilang ga capek … Kalo ga sanggup ya mundur aja, kalo nanggung ga usah ikutan minta dipilih … Cuma ngabisin uang negara aja pake jatah anggaran pemilu … Terlebih partai gurem … Ampun dah pusssiiinnnggg …
(tulisan yg sama juga saya muat di blog saya yg lain)


Layanan SMS Gratis by NOTIFU

Jumat, 5 Desember 2008

Kabar gembira buat yang gemar akan fasilitas gratis pengiriman SMS. Baru-baru ini saya dapat kabar mengenai adanya situs penyedia jasa layanan gratis terbaru yang sampai tulisan ini saya buat masih bisa dimanfaatkan layanan gratisnya.

Seperti nama situsnya NOTIFU, ini bukan berita bohong belaka jadi NOTIFU (baca: NO TIPU). Silahkan anda coba sendiri nanti. Tapi sebelumnya ada beberapa keterangan tips tambahan dibawah ini

Beberapa provider layanan telepon selular di Indonesia sudah bisa menerima sms gratis dari notifu seperti Simpati, Hallo, IM3, dan XL. Untuk CDMA saya coba pakai Esia dan Fren belum berhasil sampai saat ini. (Desember 2008).

Baca entri selengkapnya »


Tabungan untuk Penyempurnaan Iman

Jumat, 5 Desember 2008

Berikut cerita dari milis “sebelah” yang sangat bagus sebagai bahan untuk ber”kaca” bagi kita semua.

Semoga manfaat !!!

TABUNGAN “MASA DEPAN” SEORANG PEDAGANG BAKSO

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?

“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. … Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng.

Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. “Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?”

“Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.


Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

Subhanallah …, sebuah jawaban penuh makna tentang tabungan ”masa depan” dari seorang tukang bakso“.


Renungan Idul Adha

Jumat, 5 Desember 2008

Dear all…

Jelang Idul Adha atau Idul Qurban … berikut ada renungan yang sya dapat dari milis “tetangga” yang bagus banget untuk diikuti (bukan direnungi lagi ya …🙂 …

Semoga manfaat !!!

YU TIMAH : SECUIL CERITA KERELAAN DAN PERJUANGAN BERKURBAN


“YU TIMAH” Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri.
Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Usia Yu Timah sekitar 50-an, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Menginjak remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran PRT. Dia kembali ke kampung. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Anak itu pun harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan PRT dan lagi-lagi terdampar di Jakarta . Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untunglah di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah. Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di BPR syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah. ”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?” ”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.” ”Mau ambil berapa?” tanya saya. ”Enam ratus ribu, Pak.” ”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?” Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ”Saya mau beli kambing qurban, Pak. Kalau 600 ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.” Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing qurban. ”Iya, Yu. Senin lusa uang Yu Timah akan diberikan sebesar 600 ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berqurban. Yu Timah bahkan wajib menerima qurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing qurban?” ”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berqurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging qurban.” ”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.” Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang. Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran qurban yang diwariskan Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu.
Duhai Yu Timah. Kamu yang belum naik haji, atau malah tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berqurban.
Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing qurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.

Demikian secuil cerita Yu Timah … Insya ALLAH arti dan manfaatnya tidak secuil ceritanya buat kita semua …. aamiiin yaa robbal ‘alamiin …


Tolak Beasiswa !!!

Rabu, 25 Juni 2008

Biasanya setiap orang yang menerima beasiswa itu pasti sangat bangga dan bahagia. TIdak semua orang bisa menerima beasiswa dari suatu organisasi/institusi/lembaga/perorangan/perusahaan, karena harus memenuhi berbagai macam kriteria penilaian kelayakan. Tidak heran karenanya ucapan syukur kepada ALLAH SWT mengalir berlimpah dari hati dan mulut penerima beasiswa.

Namun sungguh sangat berbeda dgn cerita dibawah ini mengenai penolakan penghargaan beasiswa dari Harvard oleh seorang mahasiswa asal Pakistan. Apakah itu menolak rezeki atau tidak tahu diri? Jangan buru-buru menilai sebelum mengetahui alasannya. Ada nilai yang wajib dicontoh dari penolakan tersebut, bahwa nasionalisme, idealisme dan pembelaan harga diri bangsa itu harus dikedepankan. Ingat dgn pesan Deddy Mizwar akan arti “Bangkit”? Mungkin ini salah satunya yg patutu dicontoh. Bangkit itu marah. Marah harkat dan martabat bangsa diinjak bangsa lain. Bangkit itu berani. Berani menolak segala bentuk bantuan dari negara yang melanggar kedaulatan negara kita.

Berikut kisah lengkap dari milis tetangga ttg penolakan beasiswa harvard tsb:

—–Original Message——
From: Djoko P. – AD2

Mahasiswa Pakistan Permalukan Duta Besar AS di Islamabad
Jum’at 20 Jun, 12:48 PM

Islamabad(armnews) – Sikap Samad Khurram patut menjadi contoh siapapun yang menentang segala bentuk penindasan oleh negara lain. Pemuda Pakistan ini menolak beasiswa bergengsi dari AS, sebagai bentuk protes atas serangan pasukan militer AS ke perbatasan Pakistan pekan kemarin. Baca entri selengkapnya »


TERMINOLOGI SUBSIDI

Selasa, 27 Mei 2008

Akhir-akhir ini kata subsidi kembali beredar di segala macam bentuk media dan tulisan. Kata ini ramai dibicarakan terkait dengan kenaikan BBM. Smpai akhirnya seorang supir taxi bbrp waktu lalu bertanya kepada saya, “Pak sebenarnya subsidi itu apa sih?” … hmm pertanyaan mendasar tapi sangat penting artinya … good question … saya berusaha jawab seputar yang saya tau saja … yang selanjutnya diikuti pertanyaan lain dari sang supir seputar kenaikan BBM bersubsidi … kembali saya jelasin sebisanya …insya ALLAH benar… kemudian sesampainya di rumah membuat saya tergelitik utk cari info lebih lanjut mengenai terminologi “subsidi” itu. Berikut info yang saya dapat dari milis tetangga (DT). Maaf bagi yang sdh prnh membacanya.

SUBSIDI DALAM SYARIAH ISLAM

Pengantar

Istilah subsidi sangat akrab di telinga kita. Namun, meski akrab, kata ini kurang bersahabat. Masalahnya, yang sering kita dengar justru Pemerintah akan mencabut subsidi suatu barang atau jasa dengan macam-macam dalih sehingga harganya naik. Walhasil, rakyat tidak makin sejahtera, tetapi malah makin sengsara. Mengapa pencabutan subsidi menjadi kebijakan favorit Pemerintah untuk mengurangi beban anggarannya? Bagaimana pandangan Islam seputar subsidi? Tulisan ini mencoba menjawabnya.

Pengertian dan Fakta Subsidi


Subsidi adalah suatu bentuk bantuan keuangan (financial assistance; Arab: i’anah maliyah), yang biasanya dibayar oleh pemerintah, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga-harga, atau untuk mempertahankan eksistensi kegiatan bisnis, atau untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi pada umumnya. Istilah subsidi dapat juga digunakan untuk bantuan yang dibayar oleh non-pemerintah, seperti individu atau institusi non-pemerintah. Namun, ini lebih sering disebut derma atau sumbangan (charity). http://en.wikipedia.org. Subsidi dapat juga berbentuk kebijakan proteksionisme atau hambatan perdagangan (trade barrier) dengan cara menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor (ibid.)

Baca entri selengkapnya »


Pencocokan Arah Kiblat

Selasa, 27 Mei 2008

Bagi para pemerhati arah kiblat,mungkin, musholla dirumah, masjid/langgar kita atau bagi rekan-rekan yang baru bikin rumah atau dilingkungannya baru bangun musholla atau masjid, insya ALLAH info ini bisa berguna.

Tanggal 27 Mei 2008 jam 16:18 WIB merupakan saat yang tepat untuk membuat koreksi/meluruskan arah kiblat. Pada saat itu posisi matahari berada segaris dengan kota mekkah. Oleh sebab itu pada jam itu arah kiblat akan sama dgn arah dimana matahari berada.

Secara astronomi, akibat adanya pergerakan semu matahari antara 23,5° LU dan LS maka dalam setahun terjadi 2 kali matahari tepat berada di atas kota mekah (21 ° 25′ LU). 1 kali pada saat pergerakan dari khatulistiwa ke arah titik maximum (23,5° LU), dan 1 kali terjadi pada saat kembali ke arah khatulistiwa. Kedua kejadian tersebut terjadi di musim panas (matahari berada di belahan bumi utara) yang pertama terjadi kurang lebih tgl 28 mei yang kedua tgl 16 juli setiap tahunnya.

Untuk Jákâ®tà dan sekitarnya bisa menggunakan pedoman jam 16.18 (28 mei) dan 16.27 (16 Juli). Untuk kota lain, bisa menggunakan perhitungan yang ada di http://rukyatulhilal.org/kiblat.html. Agak pusing itungannya, tapi kalau mau jalan pintasnya ya silahkan tambah/kurangi waktu tersebut dengan selisih waktu sholat dengan waktu sholat Jákâ®tà. Misal, kota bandung itu lebih cepat 3 menit dari Jákâ®tà. Berarti yang tgl 28 mei bisa dilihat pada jam 16.21. Atau kota Surabaya yang selisih -24 menit, berarti bisa dilihat pada jam 16.42. Kalau tahunnya kabisat, mungkin agak berubah dikit. Cuma ga signifikan (pinjem istilah andalan SBY), tinggal +/- 1 hari, tapi hitungan jamnya seperti tadi.

Demikian semoga bermanfaat