Shaun The Sheep … leadership, kolaborasi, disiplin, kreatifitas, integritas, inspirasi, dan inovasi

Rabu, 23 April 2008

Beberapa minggu belakangan ini saya dan teman-teman di kelas ada euforia baru, yaitu nonton serial film kartun luar negeri yaitu Shaun The Sheep. Mengapa bisa jadi euoforia? Alasan pertama adalah lucu. Point lebihnya yang lain adalah tanpa banyak menggumbar kata film tersebut mampu menyampaikan banyak pesan dan nilai kehidupan. Jadi di dalam serial film ini benar terasa jika suatu gambar itu bisa mewakili 1000 kata. Kadang suka jadi ikutan ketawa kalo liat temen-temen dikelas sedang nonton film ini. Tertawa sendiri, cekikikan sendiri, sampai lupa sekitar. Tapi ga heran, kalo memang lucu mau gimana lagi, mau ga mau ya senyum-senyum kecil minimal tuh pasti ada.

Berikut ini saya ceritakan dikit ttg film ini. Adalah Shaun seekor domba yang menjadi pemimpin dari sekumpulan domba dengan karakter yg juga berbeda. Sifatnya yang ingin tahu menjadi sumber cerita dibelakang Petani pemilik domba. Dia mengajak dan memimpin teman2nya berpetualang melakukan hal-hal baru yang mereka lihat dan temukan. Beserta Bitzerà seekor anjing penjaga, bekerjasama dengan berbagai macam perilaku domba namun bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjakan. Harus selesai semua sebelum si Petani mengetahui tingkah polah mereka. Sebuah teamwork dan kolaborasi yang patut ditiru valuenya.

“scene capture dari salah satu serial Shaun The Sheep”


Baca entri selengkapnya »


Five Minds For The Future … bekal dari Howard Gardner

Senin, 21 April 2008

Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang Five Minds for The Future dari Gardner ini, namun memang dikarenakan topik yang tidak njelimet dan teori yang begitu pas membuat tulisan topik ini selalu dijadikan bahan dasar pemikiran dan tindakan dalam segala bidang. Ok silahkan disimak. Enjoy !!!

Prof Howard Gardner membuat teori bentuk atau jenis pemikiran atau kecerdasan yang diharapkan akan menjadi asset paling berharga dan bagaimana mengolahnya serta memanfaatkannya dalam berbagai segi kehidupan.

Diagram Five Minds For The Future

Baca entri selengkapnya »


Handphone 3G

Senin, 7 April 2008

Dua orang pemuda si A, yang bapaknya kerja di Makassar dan si B, yang asli dari Makassar namun sekolah di Bandung sedang santai di kampus ngobrol-ngobrol:

A: Denger2 di Makassar sekaran penjualang hengpon 3G (baca tri-ji) makin marak. Diseluruh Makassar dang sekitarnya peminat hengpon 3G meningkat pesat.

B: Wuih hebatna tawwa … nda sanka di Indonesia Timur sana animo hengpon canggih (3G) besar juga … benar khan 3G?

A: Iya hengpon 3G … Ituloh hengpon yan bisa telepon ji … bisa sms ji … bisa kamera ji ….

B: halllaaaahhh … capeekkkk deeehhhh ….


ENGINEERS : … BE FOCUS BETTER THAN BE SPIDEY …

Kamis, 3 April 2008

 

Menjadi yang terbaik tidak perlu menjadi yang paling pintar dan paling top disegala bidang, tapi yang terbaik adalah yang fokus dan mastering di bidang yang menjadi kompetensinya.

“Engineer shall perform service only in the areas of their competence”
(#2 of Cannon Fundamental )

Seorang engineer itu tidak perlu merambah ke berbagai bidang kalau memang mengalami kesukaran untuk bisa fokus di berbagai bidang yang dirambahnya. Seorang engineer itu berkaca pada dirinya, terhadap kewajiban menjalankan peran dan tanggung jawabnya yang seharusnya. Tidak perlu merambah bidang lain dan mengerjakan urusan lain kalau tidak bisa fokus pada bidangnya sendiri dan tidak bisa berbuat yang terbaik disitu. Itu akan jauh lebih bermanfaat.

Tidak lupa terimakasih buat Pak Budi Rahardjo dan Pak Jann Hidajat yang sudah memberikan “pelajaran” secara tidak langsung bagaimana MANAGEMENT WAKTU. Tidak salah memang kalo kebanyakan warga ITB bilang bahwa untuk urusan perkuliahan, cara mengajar, metode perkuliahannya, alokasi materi dan waktu atau penjadwalan kuliah, dedikasinya, disiplinnya, dsb… tanyalah kepada beliau-beliau itu.


PRESENTASI BERSEJARAH YANG UNFORGETABLE

Kamis, 3 April 2008

Hari Rabu, 2 April 2008, hari “bersejarah” buat saya dan teman2 lain dalam kelompok.Karena baru kali itulah saya berdua dengan teman, menyiapkan presentasi kelompok kami hanya dalam waktu sekitar setengah jam saja.

Berikut ceritanya :

Seperti biasa setelah memberikan materi kuliah sesuai dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya Pak Jann bertanya ke audience.

Pak Jann : “Hari ini lanjutin kelompok presentasi ya, pertama setelah ini yang kelompok berikutnya setelah break ….”

DUAAARRR, GLEK, BENGONG, SALING LIHAT, HERAN, BINGUNG, dsb muncul dikepala dan otak kami yang notabene anggota kelompok terakhir yang disebut tadi. Kami BELUM MENYUSUN DAN MENYIAPKAN SAMA SEKALI MATERI PRESENTASI BAGIAN KELOMPOK KAMI …

Reaksi pertama langsung konfirmasi ulang ke Pak Jann

”Pak, memangnya hari ini ada dua kelompok?” …

”Pak, kelompok yang satu belum siap” …

”Pak memangnya jadwalnya bagaimana ya?”

Pak Jann: ” Masa sih .. seingat saya dua kelompok hari ini. ..

Saya dan anggota kelompok yg lain asli salah persepsi dan ga liat jadwal, ini salah kami ga cek jadwal lagi. Akhirnya Pak Jann pun membuka lagi jadwal perkuliahan yang telah beliau buat. Dreeeennngggg, layar terkembang …. terlihat bahwa memang HARI INI PRESENTASI DUA KELOMPOK … guuubbraaakkkkk !!!! untung ga pingsan … gilllaa !!!! belum bikin niiihhhhh, tapi gimana duuuunnnnggg ???…

Tanpa banyak berpikir lagi, karena ga mungkin membantah atau meminta waktu tambahan dikarenakan kita semua merasakan bagiamana beliau dan kami semua sama-sama commit terhadap jadwal itu, akhirnya saya langsung ambil tindakan untuk segera menyiapkan presentasi semampunya. Karena ga mungkin semua anggota kelompok saya minta untuk ngariung siapin materi akhirnya berbekal modal hasil searching dan baca2 sebelumnya utk materi tugasnya, saya panggil Ryan juga utk bantu siapin.

”Ryan, kemari buruan kita kerjain berdua aja dulu, yang lain tinggal ngoceh aja ntar di didepan. Bawa laptopmu!!! ” Ryan segera pindah ke back row …

Kami berdua pun sibuk membuatnya sementara di depan kelas, kelompok rekan kami yang lain memberikan presentasinya. Mohon maaf banget ke Pak Kusno, Arry, Nur, dan Sofi presentasinya agak kami cuekin dulu berhubung ada yg darurat … hehehehe…

Dan membuat presentasipun tidak selancar yang kami harapkan … mulailah muncul masalah…

”Ryan battere laptopku habis, mati dehhh” …. langusng beberapa detik kemudian hybernate … lemes … ga ada colokan listrik pula … ga mikir panjang lirik laptop Ryan

”Ryan pake laptopmu ya”… So, diganti dengan memakai punya Ryan …

Untungnya ada beberapa bahan yang memang saya sudah dapat dari berbagai sumber sebelumnya tapi asli MASIH MENTAH. Dengan segala daya upaya langsung deh skiming, potong, dan tempel … ya menggunting dan menempel … pelajaran sejak TK …

Setengah berjalan … Ryan dengan sedikit kesal ngoceh :.. ”Zal batere laptopku sekarat … ini jadi lelet” … pantesan aja doi diem2 aja … ternyata .. penyakit bocornya batere .. drop juga … dgn penyakit tambahan kalo batere drop ikutan lelet mikirnya … hihihihi …ada juga ya laptop yg kayak manusia gini … ngga ada asupan ”makanan” jadi lemes kerjanya” …
Lirik samping ada laptopnya pak Nur … pinjem ke Pak Kusno …yg kembali duduk setelah bagiannya presentasi diterusin ama anggota kelompoknya yg lain …

”Pak Kusno pinjem dong laptopnya”… namun karena bukan milik sendiri ga tau gimana nyalainnya … udah dipencet ”on” ga mau nyala juga … tanpa pikir panjang kami kembalikan lagi … sambil lirik Ryan yang masih sebel ama laptopnya yg jadi lelet …

Time is running … akhirnya pindah ke deretan depan … tanya Prih …jawaban sama abis battere juga, pinjem ke Fitra, pas nyala yang ada malah spt hang, menurut Fitra karena tadi sebelumnya dia buru2 copotin flashdisknya jadi ngaruh ke sistemnya …
Ampyyuuunnn ada aja masalah, terus akhirnya pindah ke Sahil,…

”Mas pinjem laptopnya”

”Boleh, tapi saya cek dulu cukup atau ga baterenya”

”Ok mas thx” …

Semenit kemudian …”ini ada mas Ridzal, baterenya mungkin cuma cukup setengah jam paling lama”…

”gpp mas semoga sebelum habis batere dah selesai”

Langsung tancap gas lagi …. pilah pilih, copy paste, edit dikit-dikit, pilih judul, pilih themes yang paling pas … bikin gambar keterhubungan dengan materi utama kuliah, dsb … akhirnya jadilah draft presentasi. Yang segera kami distribusikan ke teman2 lain sekelompok utk dibaca menurut bagiannya masing2. Kebetulan saya berdua Ryan sdh berbagi untuk di pembukaan dan penutupan.

Sementara sedang dalam proses penyelesaian, ada aja ide dari beberapa teman untuk mengulur waktu presentasi dari kelompok sebelumnya sebagai strategi untuk memberikan ruang waktu kepada kami berdua utk menyelesaikannya.

“Mas Ridzal masih perlu waktu ga? Udah selesai?”

“Kenapa mas Sahil?”

”Gpp, kalo masih perlu waktu saya mau ngulur waktu dgn bertanya ke kelompoknya Pak Kusno?”

”Oh gitu, gpp mas Sahil, ga usah repot-repot (walaupun saya yakin mas Sahil ga merasa repot ya mas :) . ”Kami sudah mo selesai kok mas materi presentasinya, tapi ya terserah saja mas, saya terimakasih.”

Saat-saat gini terasa memang unsur kesetiakawanan dari suatu kelompok, dari kelas kami … terimakasih banget …

Dan presentasi pun dirapihkan, setelah yakin sudah cukup, simpan ke flash disk tinggal nyetak dan siapin di PC di depan kelas. Cetak hardcopy-nya jadi bagianku … Weleh-weleh cetak dimana ya … cek sana cek sini … kaerna yankin sekelas SBM pasti punya banyak komputer canggih dan printer … wong mesin fotocopy aja banyak bertebaran kok masa printer ga ada … akhirnya dengan PD-nya … masuk ke ruang dosen … kebetulan ada seorang petugas disana …

“Permisi pak ..

“Ya mas ada apa, ada yang bisa saya bantu?”

“Saya siswanya pak Jann, mau mohon ijin numpang nge-print boleh?”

“Nge-print apa mas?”

“Ngeprint materi presentasi untuk pak Jann. Kami ada tugas presentasi dari Pak Jann dan materinya mesti saya cetak untuk diberikan ke Pak Jann slah satunya dan yang lain utk dokumentasi” ….(dalam hati kok dokumentasi sih … hallahh bodo ah yg penting boleh)

Dan tanpa ada pertanyaan lagi beliau mempersilahkan utk nge-print … alhamdulillah …

“Makasih banyak ya pak printernya” ….

Langsung ngacir tancap gas balik ke kelas. Sementara Ryan sudah menyiapkan presentasi utk ditaruh di PC depan kelas lengkap beserta pulpen pointernya sebagai salah satu modalnya dia untuk ngajar (yg sblmnya hilang dikelas yg sama) …
Ga berapa lama tiba saatnya presentasi. Dimulai dengan saya sebagai ketua kelompok untuk pembukaan dan teorinya, kemudian Atik, kemudian Prih, kemudian Siti, terkahir ditutup oleh Ryan.

Walaupun dengan agak tersendat-sendat dengan PD-nya (spt kata Pak Kusno) saya buka presentasi itu dan ditutup oleh Ryan dengan cukup seru dan menarik. Tentunya tidak lupa dengan segala excuse atas segala kurang yang ada. Maklumlah SETENGAH JAM GITU LOH … Walaupun ada tugas yg masih hrs dikerjakan berupa survey yg berkaitan dengan materi presentasi…

ALHAMDULILLAH … itu yang bisa kami ucapkan … tak lupa kami ucapkan TERIMA KASIH SEBESARNYA ke semua teman-teman yang ikut membantu baik langsung atau tidak langsung selesainya presentasi kami.

Ryan, Prih, Atik, Siti, Mas Sahil, Fitra, Pak Kusno, dan semuanya terimakasih sudah mau ikutan repot menyediakan ”infrastructure” demi kelancaran penyiapan. Tanpa kalian kami mungkin tidak akan bisa memenuhi kewajiban kami untuk menyelesaikan tugas kami menyiapkan materi dan mempresentasikannya di depan kelas. Touchy juga lihat kesigapan teman-teman membantu kami. Begitu terasa kentalnya kesetiakawanan, serta kolaborasi dalam arti sesungguhnya yang kita semua idamkan selama ini. Terimakasih..terimakasih…dan terimakasih. Tapi bukan PTT alias proyek tanpa thankyou loh … paling ga PT alias proyek thankyou … gpp kan … THAT’S WHAT FRIENDS ARE FOR …