Selasa, 27 Mei 2008
Akhir-akhir ini kata subsidi kembali beredar di segala macam bentuk media dan tulisan. Kata ini ramai dibicarakan terkait dengan kenaikan BBM. Smpai akhirnya seorang supir taxi bbrp waktu lalu bertanya kepada saya, “Pak sebenarnya subsidi itu apa sih?” … hmm pertanyaan mendasar tapi sangat penting artinya … good question … saya berusaha jawab seputar yang saya tau saja … yang selanjutnya diikuti pertanyaan lain dari sang supir seputar kenaikan BBM bersubsidi … kembali saya jelasin sebisanya …insya ALLAH benar… kemudian sesampainya di rumah membuat saya tergelitik utk cari info lebih lanjut mengenai terminologi “subsidi” itu. Berikut info yang saya dapat dari milis tetangga (DT). Maaf bagi yang sdh prnh membacanya.
SUBSIDI DALAM SYARIAH ISLAM
Pengantar
Istilah subsidi sangat akrab di telinga kita. Namun, meski akrab, kata ini kurang bersahabat. Masalahnya, yang sering kita dengar justru Pemerintah akan mencabut subsidi suatu barang atau jasa dengan macam-macam dalih sehingga harganya naik. Walhasil, rakyat tidak makin sejahtera, tetapi malah makin sengsara. Mengapa pencabutan subsidi menjadi kebijakan favorit Pemerintah untuk mengurangi beban anggarannya? Bagaimana pandangan Islam seputar subsidi? Tulisan ini mencoba menjawabnya.
Pengertian dan Fakta Subsidi
Subsidi adalah suatu bentuk bantuan keuangan (financial assistance; Arab: i’anah maliyah), yang biasanya dibayar oleh pemerintah, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga-harga, atau untuk mempertahankan eksistensi kegiatan bisnis, atau untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi pada umumnya. Istilah subsidi dapat juga digunakan untuk bantuan yang dibayar oleh non-pemerintah, seperti individu atau institusi non-pemerintah. Namun, ini lebih sering disebut derma atau sumbangan (charity). http://en.wikipedia.org. Subsidi dapat juga berbentuk kebijakan proteksionisme atau hambatan perdagangan (trade barrier) dengan cara menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor (ibid.)
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Humor dan Dagelan, Religi - Islam, Umum dan Lainnya | Ditandai: Economic System, Financial Aid, Financial Assistance, Neo Economy, Subsidi, Subsidi Kapitalis, Subsidi Syariah |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Kamis, 10 April 2008
Si Bolang ingin pulang ke rumahnya. Sebenarnya letak rumahnya tidak begitu jauh hanya 1 km dari tempat dia berdiri sekarang. Ia bingung karena sisa uang yg ada di kantongnya cuma 500 perak yang tidak cukup untuk ongkos angkot pulang. Tapi dikarenakan badan dan kakinya begitu lelah terlihat dari peluh yang mengalir cukup deras membasahi mukanya yang kuyu, ia pun memutuskan untuk naik saja angkot yang ngetem didepannya.
Si Bolang : “Stop kiri pak” … ia pun turun perlahan …
Dengan sedikit takut ia menyerahkan uangnya yang sisa 500 rupiahnya tadi kepada si supir
Si Bolang : ” Ini pak ongkosnya ….” seru si Bolang sambil ngacir …
Dengan wajah sedikit diasemin si supir menerima uang tersebut … dilihat kurang ongkosnya serta merta dia memanggil kembali si Bolang …
Si Supir : “Tadi darimana Dik?”
Si Bolang : “Dari rumah nenek …”
1 Komentar |
Hobby & Santai, Humor dan Dagelan | Ditandai: dagelan, humor, ongkos angkot |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Senin, 7 April 2008
Dua orang pemuda si A, yang bapaknya kerja di Makassar dan si B, yang asli dari Makassar namun sekolah di Bandung sedang santai di kampus ngobrol-ngobrol:
A: Denger2 di Makassar sekaran penjualang hengpon 3G (baca tri-ji) makin marak. Diseluruh Makassar dang sekitarnya peminat hengpon 3G meningkat pesat.
B: Wuih hebatna tawwa … nda sanka di Indonesia Timur sana animo hengpon canggih (3G) besar juga … benar khan 3G?
A: Iya hengpon 3G … Ituloh hengpon yan bisa telepon ji … bisa sms ji … bisa kamera ji ….
B: halllaaaahhh … capeekkkk deeehhhh ….
1 Komentar |
Hobby & Santai, Humor dan Dagelan, Knowledge Management, Olahraga, Telecommunication, Umum dan Lainnya | Ditandai: 3G, 3G technology, handphone 3G, humor, Makassar, teknologi 3G, telekomunikasi |
Permalink
Ditulis oleh ridzal