Si Bolang ingin pulang ke rumahnya. Sebenarnya letak rumahnya tidak begitu jauh hanya 1 km dari tempat dia berdiri sekarang. Ia bingung karena sisa uang yg ada di kantongnya cuma 500 perak yang tidak cukup untuk ongkos angkot pulang. Tapi dikarenakan badan dan kakinya begitu lelah terlihat dari peluh yang mengalir cukup deras membasahi mukanya yang kuyu, ia pun memutuskan untuk naik saja angkot yang ngetem didepannya.
Si Bolang : “Stop kiri pak” … ia pun turun perlahan …
Dengan sedikit takut ia menyerahkan uangnya yang sisa 500 rupiahnya tadi kepada si supir
Si Bolang : ” Ini pak ongkosnya ….” seru si Bolang sambil ngacir …
Dengan wajah sedikit diasemin si supir menerima uang tersebut … dilihat kurang ongkosnya serta merta dia memanggil kembali si Bolang …
Si Supir : “Tadi darimana Dik?”
Si Bolang : “Dari rumah nenek …”
Selasa, 15 April 2008 pukul 12:15 pm
Kalo aku, ngaciirrr pak. paling-paling di sumpahin sama sopir……