FUTSAL vs GAWANG KECIL

FUTSAL … apa sih FUTSAL? yup … kata ini sudah begitu populer terutama dikalangan penggila bola kaki di seluruh dunia juga Indonesia. Mulai dari anak kecil sampai kakek nenek banyak yg tau Futsal walo sebagian besar hanya tau garis besarnya kalo Futsal itu sama dengan Sepakbola biasa namun dalam ukuran mini alias mini soccer.

Tapi kalo denger kata GAWANG KECIL mungkin hanya sebagian orang Indonesia yang tau istilah itu … bahkan ada orang yang saya pernah tanya tentang GAWANG KECIL … katanya itu sepakbolanya anak kecil bukan ya? … nah loh … kok dia ga tau ya … umurnya sekitar 34 – 36 … suka sepakbola … tau banget FUTSAL tapi ga GAWANG KECIL … hhmmm ….

Jadi apa hubungan antara FUTSAL dan GAWANG KECIL? Mana yg duluan dikenal di Indonesia? Mana yg lebih populer? KENAPA BEGITU?

Oke kita tunda dulu utk jawab pertanyaan itu. Untuk awalnya dibawah ini saya lampirkan kutipan hasil nanya sama Om Google tentang sejarah FUTSAL …

Istilah futsal diambil dari bahasa Spanyol dan Portugis, kata “FUTbol atau FUTebol” yang berarti “sepak bola”; dan dari bahasa Perancis atau Spanyol, kata “SALon atau SALa” yang artinya “dalam ruangan”. Jadi futsal sama dengan sepak bola dalam ruangan.

Permainan ini berasal dari Montevideo, Uruguay. Waktu itu, sekitar tahun 1930, Juan Carlos Ceriani menyelenggarakan kompetisi sepak bola untuk kalangan remaja. Hanya saja jumlahnya terbatas, masing-masing tim terdiri dari 5 pemain (termasuk penjaga gawang). Tempatnya pun di lapangan basket yang beralaskan partikel kayu, bukan rumput seperti sepak bola pada umumnya. Dari sinilah, futsal terus menggelinding dengan cepat ke berbagai negara.

Dari segi lapangan, Futsal menggunakan lapangan yang lebih kecil dibandingkan lapangan Sepakbola. Lapangan Futsal berukuran 15 x 25 m, namun jika menggunakan lapangan Bolabasket maupun bola voli juga ok. ok. saja. Dari segi jumlah pemain, satu team berjumlah 5 pemain. Futsal juga menggunakkan gawang yang ukurannya lebih kecil yaitu 2 x 3 m, serta bola yang ukurannya juga lebih kecil dan beratnya lebih berat daripada bola Sepakbola.

Yup … kira-kira begitulah cerita singkat ttg FUTSAL. Selebihnya bisa tanya lagi aj a ke Om Google. Bagaimana dengan GAWANG KECIL?

Sekali lagi minta bantuan Om Google dulu untuk cari sejarah dan arti istilah GAWANG KECIL. Namun hasilnya cukup mengecewakan. Saya belum menemukan cerita atau info tentang kapan mulai adanya permainan GAWANG KECIL di Indonesia :( … Bagi yang tau info tentang GAWANG KECIL dan sejarahnya bisa di sharing ke blog ini — saya sangat berterimakasih.

Oleh karenanya di bawah ini saya coba paparkan tentang permainan GAWANG KECIL versi saya berdasar pengalaman saja.

Saya tau dan liat pertama kali permainan GAWANG KECIL di lingkungan sekitar rumah waktu masih sekolah di Taman Kanak-kanak. Saya melihat anak-anak SD sampai SMA di sekitar rumah suka maen GAWANG KECIL itu di lapangan di komplek perumahan tempat saya tinggal (rumah kakek).

Seiring tumbuhnya saya, permainan itupun saya lakukan bersama teman-teman sejak SD sampai saya kuliah. Tidak ada perkembangan yang berarti dari permainan itu, ga berubah sejak pertama kali saya mainkan waktu SD. Menggunakan lapangan bola kecil, atau lapangan voli, atau lapangan basket, lahan kosong lainnya yg datar berumput atau tidak. Pemainnya terdiri dari 3 sampai 11 orang tiap tim tergantung berapa orang yg kumpul … :). Garis lapangan yang dipakai hanya garis batas samping dan belakang gawang serta tengah lapangan. Ukuran lapangan tidak pasti. Ukuran gawang antara 0,5-2 meter lebarnya. Nah ukuran gawang inilah yang akhirnya dijadikan judul permainan. Yang unik adalah batas atas gawang yang kadang tidak ada yang suka menimbulkan kontroversi terjadinya gol … hehehehe sejak muda sdh ribut masalah gol ya :p … Batas kiri kanan gawang pun bisa dibuat dari apa aja yg ada disekitarnya … mulai dari pohon, tiang nganggur, batu yang ditumpuk, sandal atau sepatu, ember bekas, kardus bekas, kaleng bekas, drum bekas, sampai tas sekolah para pemainnya yang ditumpuk-tumpuk, tergantung anggota tim mana yang jaga gawang itu, yang unik juga adalah kadang ada perjanjian untuk tidak memakai kiper atau penjaga gawang dan sebagai konsekuensinya adalah ukuran lebar gawang yang diperkecil sampai sekitar 0,5-1 meter saja biasanya …

wuiiihhh jadi nelangsa masa SD dulu nih … bentar ya … lagi mikirin mimik ceria saya dan teman dulu nih … kemana mereka itu ya … apa udah ada yg jadi pemain gawang kecil (futsal) terkenal ya? entahlah …

Dan sampai saya mulai SMA dan kuliah berangsur saya liat ada perkembangan permainan GAWANG KECIL yaitu sudah mulai memakai gawang yang berbatas lebih jelas. Sudah memakai kayu, bambu, atau besi, yang ditanam ke tanah atau ditanam diember memakai semen tapi sengaja tidak disatukan permanen dengan mistar gawang sehingga lebih fleksibel utk ubah lebar gawang dan mudah dipindah-pindah.

Kompetisi ada ga ya? Nah ini dia … sejak SMP kalo ngga salah sudah mulai dipertandingkan di perayaan 17 Agustusan di lingkungan rumah menjadi pertandingan antar RT se RW. Mulai dari peraturan, lapangan, gawang, pemain semua sudah lebih jelas aturannya. Dan waktu kuliah saya bersama-sama teman selingkungan mengadakan turnamen GAWANG KECIL terbuka dengan membedakan kelompok berdasar usia sekolah SMP dan SMA. Semula turnamen terbuka tersebut dimaksudkan diikuti oleh warga sekecamatan … ga disangka peminatnya membludak sampai ke kecamatan lainnya … kami panitia pun akhirnya menolak pendaftaran beberapa tim yang ingin ikut berpartisipasi … ternyata peminat olahraga GAWANG KECIL sejak dulu memang besar … tapi sayangnya turnamen yang ada cuma sampai batas sekecamatan saja (setau saya) dan itu pun diselenggarakan secara spontan dan gotong royong warga. Mengharapkan PSSI untuk mengembangkan GAWANG KECIL sebagai bentuk olahraga alternatif baru untuk menampung animo rakyat namun tidak memiliki lahan atau lapangan yang cukup besar, mungkin masih jauh dari angan-angan kami waktu itu. PSSI dan pemerhati sepakbola waktu itu belum bisa liat potensi olahraga penyehat jiwa dan raga, potensi ilmu sepakbola, dan potensi bisnis yang ada dari GAWANG KECIL.

Akhirnya baru setelah euforia FUTSAL dengan segala pernak-perniknya yg mirip dengan GAWANG KECIL, berkembang pesat di Indonesia, pemerhati sepakbola di Indonesia berebutan ingin mengembangkan FUTSAL karena melihat berbagai potensi dan kesemptan yang siap berkembang di dalamnya.

Dan istilah GAWANG KECIL pun menjadi kalah ngetop dan harus mengakui keberadaan sebutan FUTSAL sebagai istilah sepakbola mini yang populer di Indonesia. GAWANG KECIL akhirnya hanya tetap menjadi istilah sepakbola mini yang dimainkan di kalangan anak-anak pinggiran kota yang ga mampu secara materi untuk menyewa lapangan FUTSAL. Lainnya GAWANG KECIL biasanya dijadikan permainan sampingan di kala latihan tim sepakbola untuk melatih keakuratan tendangan ke arah gawang.

Begitulah ceritanya … GAWANG KECIL vs FUTSAL

Tambahan info, kritik dan komentar dipersilahkan :)

Keep onward …. maju terus sepakbola Indonesia !!!

4 Balasan ke FUTSAL vs GAWANG KECIL

  1. dhimz mengatakan:

    hahaha, jadi inget jaman-jaman SD.
    Mau menambahi soal gawang, kadang juga gawang kiri dan kanannya tidak sama. Misalnya gawang sebelah kiri menggunakan pohon, sedangkan yang sebelah kanan cukup dengan tumpukan batu bata.

    tentu saja tanpa mistar gawang.
    untuk tinggi mistar gawang, dikira-kira sendiri menyesuaikan tinggi si penjaga gawang!! kiper bertubuh kecilpun tidak masalah, karena mistar gawang(khayalan)nya ikut turun. hahaha

  2. Ridzal mengatakan:

    Makasih banget mas tanggapannya atas artikel saya tsb.

    Memang indah dan asik jaman SD dulu itu. Sayang istilah gawang kecil itu kalah populer dibanding Futsal, padahal masih banyak yg sering memainkannya.

    Dan dikota-kota besar khususnya Jakarta sdh cukup sulit ditemukan lagi permainan sepakbola gawang kecil ini. Semoga terus lestari.

    Salam

  3. 4hacker38 mengatakan:

    wahh.. Didaerah saya masih rame mas.. Maklum daerah pedesaan :D hehe..
    Sma kyk yg dibilang mas dhimz menggunakan gawang semaunya.. Klw kipernya pendek y mistar gawangnya jgk ikut2an pendek, menyesuaikan dengan tinggi loncatan si kipernya.. Klw kipernya tinggi mistarnya jgk ikiut tinggi :D hehehe..
    Nostalgia masa kecil mas.. :mrgreen ..
    Masih inget saya jaman wktu main tuh permainan, bnyak kontrofersi tentang gol nya.. Yg stu ktanya gol, yg stu lgi katanya tidak gol, haha itu terjadi krna tiang gawangnya jgk kyalan.. Hehe.. Mke batu kecil aja di tanah, sekedar tnda.. :D
    Smpai skrng saya masih sering ikut main.. :mrgreen hehe

  4. great web design mengatakan:

    Great information. Lucky me I found your blog by chance (stumbleupon).
    I have book-marked it for later!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: