Rabu, 25 Juni 2008
Biasanya setiap orang yang menerima beasiswa itu pasti sangat bangga dan bahagia. TIdak semua orang bisa menerima beasiswa dari suatu organisasi/institusi/lembaga/perorangan/perusahaan, karena harus memenuhi berbagai macam kriteria penilaian kelayakan. Tidak heran karenanya ucapan syukur kepada ALLAH SWT mengalir berlimpah dari hati dan mulut penerima beasiswa.
Namun sungguh sangat berbeda dgn cerita dibawah ini mengenai penolakan penghargaan beasiswa dari Harvard oleh seorang mahasiswa asal Pakistan. Apakah itu menolak rezeki atau tidak tahu diri? Jangan buru-buru menilai sebelum mengetahui alasannya. Ada nilai yang wajib dicontoh dari penolakan tersebut, bahwa nasionalisme, idealisme dan pembelaan harga diri bangsa itu harus dikedepankan. Ingat dgn pesan Deddy Mizwar akan arti “Bangkit”? Mungkin ini salah satunya yg patutu dicontoh. Bangkit itu marah. Marah harkat dan martabat bangsa diinjak bangsa lain. Bangkit itu berani. Berani menolak segala bentuk bantuan dari negara yang melanggar kedaulatan negara kita.
Berikut kisah lengkap dari milis tetangga ttg penolakan beasiswa harvard tsb:
—–Original Message——
From: Djoko P. - AD2
Mahasiswa Pakistan Permalukan Duta Besar AS di Islamabad
Jum’at 20 Jun, 12:48 PM
Islamabad(armnews) - Sikap Samad Khurram patut menjadi contoh siapapun yang menentang segala bentuk penindasan oleh negara lain. Pemuda Pakistan ini menolak beasiswa bergengsi dari AS, sebagai bentuk protes atas serangan pasukan militer AS ke perbatasan Pakistan pekan kemarin. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Pendidikan dan Akademik, Religi - Islam, Umum dan Lainnya | yang berkaitan: Beasiswa, Penolakan, Tolak Beasiswa, Penolakan Beasiswa, Beasiswa Harvard |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Selasa, 27 Mei 2008
Akhir-akhir ini kata subsidi kembali beredar di segala macam bentuk media dan tulisan. Kata ini ramai dibicarakan terkait dengan kenaikan BBM. Smpai akhirnya seorang supir taxi bbrp waktu lalu bertanya kepada saya, “Pak sebenarnya subsidi itu apa sih?” … hmm pertanyaan mendasar tapi sangat penting artinya … good question … saya berusaha jawab seputar yang saya tau saja … yang selanjutnya diikuti pertanyaan lain dari sang supir seputar kenaikan BBM bersubsidi … kembali saya jelasin sebisanya …insya ALLAH benar… kemudian sesampainya di rumah membuat saya tergelitik utk cari info lebih lanjut mengenai terminologi “subsidi” itu. Berikut info yang saya dapat dari milis tetangga (DT). Maaf bagi yang sdh prnh membacanya.
SUBSIDI DALAM SYARIAH ISLAM
Pengantar
Istilah subsidi sangat akrab di telinga kita. Namun, meski akrab, kata ini kurang bersahabat. Masalahnya, yang sering kita dengar justru Pemerintah akan mencabut subsidi suatu barang atau jasa dengan macam-macam dalih sehingga harganya naik. Walhasil, rakyat tidak makin sejahtera, tetapi malah makin sengsara. Mengapa pencabutan subsidi menjadi kebijakan favorit Pemerintah untuk mengurangi beban anggarannya? Bagaimana pandangan Islam seputar subsidi? Tulisan ini mencoba menjawabnya.
Pengertian dan Fakta Subsidi
Subsidi adalah suatu bentuk bantuan keuangan (financial assistance; Arab: i’anah maliyah), yang biasanya dibayar oleh pemerintah, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga-harga, atau untuk mempertahankan eksistensi kegiatan bisnis, atau untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi pada umumnya. Istilah subsidi dapat juga digunakan untuk bantuan yang dibayar oleh non-pemerintah, seperti individu atau institusi non-pemerintah. Namun, ini lebih sering disebut derma atau sumbangan (charity). http://en.wikipedia.org. Subsidi dapat juga berbentuk kebijakan proteksionisme atau hambatan perdagangan (trade barrier) dengan cara menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor (ibid.)
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Humor dan Dagelan, Religi - Islam, Umum dan Lainnya | yang berkaitan: Economic System, Financial Aid, Financial Assistance, Neo Economy, Subsidi, Subsidi Kapitalis, Subsidi Syariah |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Selasa, 27 Mei 2008
Bagi para pemerhati arah kiblat,mungkin, musholla dirumah, masjid/langgar kita atau bagi rekan-rekan yang baru bikin rumah atau dilingkungannya baru bangun musholla atau masjid, insya ALLAH info ini bisa berguna.
Tanggal 27 Mei 2008 jam 16:18 WIB merupakan saat yang tepat untuk membuat koreksi/meluruskan arah kiblat. Pada saat itu posisi matahari berada segaris dengan kota mekkah. Oleh sebab itu pada jam itu arah kiblat akan sama dgn arah dimana matahari berada.
Secara astronomi, akibat adanya pergerakan semu matahari antara 23,5° LU dan LS maka dalam setahun terjadi 2 kali matahari tepat berada di atas kota mekah (21 ° 25′ LU). 1 kali pada saat pergerakan dari khatulistiwa ke arah titik maximum (23,5° LU), dan 1 kali terjadi pada saat kembali ke arah khatulistiwa. Kedua kejadian tersebut terjadi di musim panas (matahari berada di belahan bumi utara) yang pertama terjadi kurang lebih tgl 28 mei yang kedua tgl 16 juli setiap tahunnya.
Untuk Jákâ®tà dan sekitarnya bisa menggunakan pedoman jam 16.18 (28 mei) dan 16.27 (16 Juli). Untuk kota lain, bisa menggunakan perhitungan yang ada di http://rukyatulhilal.org/kiblat.html. Agak pusing itungannya, tapi kalau mau jalan pintasnya ya silahkan tambah/kurangi waktu tersebut dengan selisih waktu sholat dengan waktu sholat Jákâ®tà. Misal, kota bandung itu lebih cepat 3 menit dari Jákâ®tà. Berarti yang tgl 28 mei bisa dilihat pada jam 16.21. Atau kota Surabaya yang selisih -24 menit, berarti bisa dilihat pada jam 16.42. Kalau tahunnya kabisat, mungkin agak berubah dikit. Cuma ga signifikan (pinjem istilah andalan SBY), tinggal +/- 1 hari, tapi hitungan jamnya seperti tadi.
Demikian semoga bermanfaat
& Komentar |
Religi - Islam, Umum dan Lainnya | yang berkaitan: Kiblat, matahari, Astronomi Islam, Mushalla, Masjid |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Rabu, 23 April 2008
Beberapa minggu belakangan ini saya dan teman-teman di kelas ada euforia baru, yaitu nonton serial film kartun luar negeri yaitu Shaun The Sheep. Mengapa bisa jadi euoforia? Alasan pertama adalah lucu. Point lebihnya yang lain adalah tanpa banyak menggumbar kata film tersebut mampu menyampaikan banyak pesan dan nilai kehidupan. Jadi di dalam serial film ini benar terasa jika suatu gambar itu bisa mewakili 1000 kata. Kadang suka jadi ikutan ketawa kalo liat temen-temen dikelas sedang nonton film ini. Tertawa sendiri, cekikikan sendiri, sampai lupa sekitar. Tapi ga heran, kalo memang lucu mau gimana lagi, mau ga mau ya senyum-senyum kecil minimal tuh pasti ada.
Berikut ini saya ceritakan dikit ttg film ini. Adalah Shaun seekor domba yang menjadi pemimpin dari sekumpulan domba dengan karakter yg juga berbeda. Sifatnya yang ingin tahu menjadi sumber cerita dibelakang Petani pemilik domba. Dia mengajak dan memimpin teman2nya berpetualang melakukan hal-hal baru yang mereka lihat dan temukan. Beserta Bitzerà seekor anjing penjaga, bekerjasama dengan berbagai macam perilaku domba namun bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjakan. Harus selesai semua sebelum si Petani mengetahui tingkah polah mereka. Sebuah teamwork dan kolaborasi yang patut ditiru valuenya.
“scene capture dari salah satu serial Shaun The Sheep”

Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Film, nonton dan resensi, Hobby & Santai, Knowledge Management, Umum dan Lainnya | yang berkaitan: anjing gembala, Bitzer, domba, kolaborasi, leadership, pemimpin, Shaun, Shaun The Sheep, teamwork, The Farmer |
Permalink
Ditulis oleh ridzal
Senin, 21 April 2008
Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang Five Minds for The Future dari Gardner ini, namun memang dikarenakan topik yang tidak njelimet dan teori yang begitu pas membuat tulisan topik ini selalu dijadikan bahan dasar pemikiran dan tindakan dalam segala bidang. Ok silahkan disimak. Enjoy !!!
Prof Howard Gardner membuat teori bentuk atau jenis pemikiran atau kecerdasan yang diharapkan akan menjadi asset paling berharga dan bagaimana mengolahnya serta memanfaatkannya dalam berbagai segi kehidupan.
Diagram Five Minds For The Future

Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Knowledge Management, Pendidikan dan Akademik, Technology & Management, Umum dan Lainnya | yang berkaitan: Creativity Mind, Dasar Pemikiran, Discipline Mind, Ethical Mind, Five Minds for The Future, Gardner, Respectful Mind, Synthesizing Mind |
Permalink
Ditulis oleh ridzal